Bee

                                                                                             Bee

Jangan Pernah Berhenti Belajar Demi Generasi Muda

Showing posts with label HIDROPONIK. Show all posts
Showing posts with label HIDROPONIK. Show all posts

HIDROPONIK

Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas.

Etimologi

Hidroponik (Inggris: hydroponic) berasal dari kata Yunani yaitu hydro yang berarti air dan ponos yang artinya daya. Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa tanah. Jadi hidroponik berarti budidaya tanaman yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau soilless.

Metode dasar

Dalam kajian bahasa, hidroponik berasal dari kata hydro yang berarti air dan ponos yang berarti kerja. Jadi, hidroponik memiliki pengertian secara bebas teknik bercocok tanam dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman, atau dalam pengertian sehari-hari bercocok tanam tanpa tanah. Dari pengertian ini terlihat bahwa munculnya teknik bertanam secara hidroponik diawali oleh semakin tingginya perhatian manusia akan pentingnya kebutuhan pupuk bagi tanaman.
Di mana pun tumbuhnya sebuah tanaman akan tetap dapat tumbuh dengan baik apabila nutrisi (unsur hara) yang dibutuhkan selalu tercukupi. Dalam konteks ini fungsi dari tanah adalah untuk penyangga tanaman dan air yang ada merupakan pelarut nutrisi, untuk kemudian bisa diserap tanaman. Pola pikir inilah yang akhirnya melahirkan teknik bertanam dengan hidroponik, di mana yang ditekankan adalah pemenuhan kebutuhan nutrisi.

Sejarah

Pada mulanya, kegiatan membudidayakan tanaman yang daratan tanpa tanah ditulis pada buku Sylva Sylvarum oleh Francis Bacon dibuat pada tahun 1627, dicetak setahun setelah kematiannya. Teknik budidaya pada air menjadi penelitian yang populer setelah itu. Pada tahun 1699, John Woodward menerbitkan percobaan budidaya air dengan spearmint. Ia menemukan bahwa tanaman dalam sumber-sumber air yang kurang murni tumbuh lebih baik dari tanaman dengan air murni.
Pada tahun 1842 telah disusun daftar sembilan elemen diyakini penting untuk pertumbuhan tanaman, dan penemuan dari ahli botani Jerman Julius von Sachs dan Wilhelm Knop, pada tahun-tahun 1859-1865, memicu pengembangan teknik budidaya tanpa tanah. Pertumbuhan tanaman darat tanpa tanah dengan larutan yang menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi mineral bagi tanaman. Dengan cepat menjadi standar penelitian dan teknik pembelajaran, dan masih banyak digunakan saat ini. Sekarang, Solution culture dianggap sebagai jenis hidroponik tanpa media tanam inert, yang merupakan media tanam yang tidak menyediakan unsur hara.
Pada tahun 1929, William Frederick Gericke dari Universitas California di Berkeley mulai mempromosikan secara terbuka tentang Solution culture yang digunakan untuk menghasilkan tanaman pertanian.Pada mulanya dia menyebutnya dengan istilah aquaculture (atau di Indonesia disebut budidaya perairan), namun kemudian mengetahui aquaculture telah diterapkan pada budidaya hewan air. Gericke menciptakan sensasi dengan menumbuhkan tomat yang menjalar setinggi duapuluh lima kaki, di halaman belakang rumahnya dengan larutan nutrien mineral selain tanah. Berdasarkan analogi dengan sebutan Yunani kuno pada budi daya perairan, γεωπονικά, ilmu budidaya bumi, Gericke menciptakan istilah hidroponik pada tahun 1937 (meskipun ia menegaskan bahwa istilah ini disarankan oleh WA Setchell, dari University of California) untuk budidaya tanaman pada air (dari Yunani Kuno ὕδωρ, air ; dan πόνος, tenaga).
Pada laporan Gericke, dia mengklaim bahwa hidroponik akan merevolusi pertanian tanaman dan memicu sejumlah besar permintaan informasi lebih lanjut. Pengajuan Gericke ditolak oleh pihak universitas tentang penggunaan greenhouse dikampusnya untuk eksperimen karena skeptisme orang-orang administrasi kampus. dan ketika pihak Universitas berusaha memaksa dia untuk membeberkan resep nutrisi pertama yang dikembangkan di rumah, ia meminta tempat untuk rumah kaca dan saatnya untuk memperbaikinya menggunakan fasilitas penelitian yang sesuai. Sementara akhirnya ia diberikan tempat untuk greenhouse, Pihak Universitas menugaskan Hoagland dan Arnon untuk menyusun ulang formula Gericke, pada tahun 1940, setelah meninggalkan jabatan akademik di iklim yang tidak menguntungkan secara politik, dia menerbitkan buku berjudul Complete Guide to Soil less Gardening.
Teknik hidroponik banyak dilakukan dalam skala kecil sebagai hobi di kalangan masyarakat Indonesia. Pemilihan jenis tanaman yang akan dibudidayakan untuk skala usaha komersial harus diperhatikan, karena tidak semua hasil pertanian bernilai ekonomis. Jenis tanaman yang mempunyai nilai ekonomi tinggi untuk dibudidayakan di hidroponik yaitu:

Awal mula

Budidaya tanpa tanah

Pada awalnya Gericke mendefinisikan pertumbuhan tanaman hidroponik dengan larutan nutrien mineral. Hidroponik merupakan bagian dari budidaya tanpa tanah. Banyak budidaya tanpa tanah namun dengan larutan untuk hidroponik.
Peneliti NASA (National Aeronautics and Space Administration) memeriksa bawang dan selada hidroponik disebelah kirinya dan lobak di depannya
Tanaman yang tidak ditumbuhkan dengan cara pada umumnya, akan dapat untuk tumbuh menggunakan sistem lingkungan yang dapat dikendalikan seperti hidroponik. Tampaknya NASA juga memanfaatkan hidroponik pada program luar angkasanya. Ray Wheeler, seorang ahli fisiologi tanaman di Laboratorium Space Center Space Life Science, Kennedy, percaya bahwa hidroponik akan berkontribusi membuat kemajuan dalam perjalanan luar angkasa. Dia menyebutnya sebagai sistem bioregenerative life support.

Macam-macam hidroponik

  • Static solution culture (kultur air statis)
  • Continuous-flow solution culture, contoh : NFT (Nutrient Film Technique),DFT (Deep Flow Technique)
  • Aeroponics
  • Passive sub-irrigation
  • Ebb and flow atau flood and drain sub-irrigation
  • Run to waste
  • Deep water culture
  • Bubbleponics
  • Bioponic

Static solution culture

Static solution culture memiliki pengertian budidaya hidroponik dengan air statis yang mana airnya diam dan tidak mengalir, merupakan teknik hidroponik yang akarnya secara terus-menerus akarnya tercelup air yang diletakkan pada wadah berisi larutan nutrien.
Namun Di Indonesia, Static solution culture lebih dikenal dengan istilah teknik apung (atau disebut rakit apung) dan sistem sumbu (atau disebut wick system). Merupakan jenis paling sederhana dari semua jenis hidroponik.
Untuk ukuran wadah larutan dapat berbeda tergantung pada penggunaan dan ukuran tanaman. Dalam skala kecil (skala rumah tangga maupun hobby berskala kecil), hidroponik dapat dibuat dengan wadah yang biasanya dipakai di dalam rumah seperti gelas, toples, ember, ataupun bak air.
Wadah bening dapat di bungkus dengan Aluminium foil, plastik, cat, atau material lain yang menolak cahaya (membuat cahaya tidak bisa masuk) agar tidak tumbuh lumut.
Penutup wadah air dilubangi dan diisi tanaman, disitu dapat diisi satu atau beberapa netpot tanaman untuk setiap wadah air. Dalam teknik sumbu sendiri setiap net pot diisi media tanam dan potongan kain yang menjulur ke bawah yang berfungsi menyerap larutan ke akar tanaman melalui pipa-pipa kapiler pada kain. Sedangkan dalam teknik apung dapat menggunakan lembaran gabus yang dilubangi dan disisi pot-pot kecil yang diisi (media tanam) untuk tanaman yang akarnya tercelup langsung pada wadah air.
Agar larutan nutrien dapat bersirkulasi secara merata, maka perlu diberi blekutukan dengan mesin penggelembung udara atau disebut aerator (aerator kecil bisa didapat di toko ikan) ataupun dengan penggunakan pompa air yang biasa dipakai di aquarium. dalam skala komersial dapat menggunakan pompa bertenaga medium (yang biasa dipakai untuk pancuran kolam dan taman).
Tanpa aerator pun masih bisa, namun jika tidak di beri aerator, akan membuat larutan yang berada di bagian bawah menjadi tidak terserap lantaran posisi akar berada di atas larutan yang tidak terserap (lantaran air tidak bersirkulasi), dan juga, akar-pun kurang mendapat asupan oksigen.
Larutan nutrien dapat diganti sesuai jadwal atau sesuai prosedur. Setiap kali larutan berkurang hingga di bawah tingkat tertentu, maka perlu menambahkan air atau larutan nutrisi segar sesuai dengan kebutuhan masing-masing tanaman yang dinyatakan dengan satuan TDS (Total Solid Dissolved) atau PPM (Part per Million) yang diperlukan.
Dalam budidaya teknik sumbu (wick system) memiliki kendala pada penurunan volume larutan, untuk mencegah ketinggian larutan nutrien turun di bawah akar ataupun sumbu, dapat digunakan keran dengan katup pelampung bola (yang biasa dipakai di tandon) untuk menjaga ketinggian larutan secara otomatis. Dalam budidaya larutan rakit apung, tanaman ditempatkan dalam celah pada lembaran gabus / stereofoam yang mengapung di atas permukaan larutan nutrisi. Dengan teknik apung, ketinggian larutan tidak akan turun di bawah akar dan akarpun selalu tercelup pada larutan nutrien.

Aeroponik

Aeroponik merupakan sistem yang akarnya secara berkala dibasahi dengan butiran-butiran larutan nutrien yang halus (seperti kabut). Metode ini tidak memerlukan media dan memerlukan tanaman yang tumbuh dengan akar yang menggantung di udara atau pertumbuhan ruang yang luas yang secara berkala, akar dibasahi dengan kabut halus dari larutan nutrisi. Aerasi secara sempurna merupakan kelebihan utama dari aeroponik.
Teknik aeroponik telah terbukti sukses secara komersial untuk perkecambahan biji, produksi benih kentang, produksi tomat, dan tanaman daun.  Karena penemu Richard Stoner mengkomersialkan teknologi aeroponik pada tahun 1983, Aeroponik telah dilaksanakan sebagai alternatif untuk sistem pengairan hidroponik secara intensif di seluruh dunia. Kelebihan aeroponik yang lain yang berbeda dari hidroponik adalah bahwa setiap jenis tanaman dapat tumbuh (dalam sistem aeroponik yang benar), karena lingkungan mikro dari aeroponik benar-benar dapat dikontrol. Keunggulan aeroponik adalah bahwa tanaman aeroponik yang di jeda pembasahannya akan dapat menerima 100% dari oksigen yang ada, dan karbon dioksida pada bagian akar, batang, serta daun, sehingga mempercepat pertumbuhan biomassa dan mengurangi waktu perakaran.
Penelitian NASA menunjukan teknik aeroponik, bahwa tanaman dapat mengalami peningkatan pertumbuhan sebesar 80% dalam massa berat kering (mineral penting) dibandingkan dengan tanaman yang tumbuh pada hidroponik lain. Aeroponik menggunakan 65% air dari kebutuhan air hidroponik. NASA juga menyimpulkan bahwa tanaman yang tumbuh dengan aeroponik, membutuhkan ¼ nutrisi yang digunakan dibandingkan dengan hidroponik lain . Bercocok tanam dengan Aeroponik menawarkan kemampuan petani untuk mengurangi penyebaran penyakit dan patogen. Aeroponik juga banyak digunakan dalam penelitian laboratorium fisiologi tanaman dan patologi tanaman. Teknik aeroponik mendapat perhatian khusus oleh NASA karena kabut lebih mudah untuk ditangani daripada menangani cairan di tempat tanpa gravitasi .
Kelebihan lain dari aeroponik ini, kentang dapat dipanen tanpa merusak jaringan akar pada tanaman sehingga sebuah tanaman dapat dipanen berkali-kali dan dapat memilih umbi kentang yang siap panen.

Media tanam

Media tanam inert adalah media tanam yang tidak menyediakan unsur hara. Pada umumnya media tanam inert berfungsi sebagai buffer dan penyangga tanaman. Beberapa contoh di antaranya adalah:

Keuntungan teknik hidroponik

  • Tidak membutuhkan tanah
  • Air akan terus bersirkulasi di dalam sistem dan bisa digunakan untuk keperluan lain, misalnya dijadikan akuarium
  • Pengendalian nutrisi lebih sederhana sehingga nutrisi dapat diberikan secara lebih efektif dan efisien
  • Relatif tidak menghasilkan polusi nutrisi ke lingkungan
  • Memberikan hasil yang lebih banyak
  • Mudah dalam memanen hasil
  • Steril dan bersih
  • Media tanam dapat digunakan berulang kali
  • Bebas dari tumbuhan pengganggu/gulma
  • Tanaman tumbuh lebih cepat
Untuk keperluan hiasan, pot dan tanaman akan relatif lebih bersih. Sehingga untuk merancang interior ruangan dalam rumah akan bisa lebih leluasa dalam menempatkan pot-pot hidroponik. Bila tanaman yang digunakan adalah tanaman bunga, untuk bunga tertentu bisa diatur warna yang dikehendaki, tergantung tingkat keasaman dan basa larutan yang dipakai dalam pelarut nutrisinya.

BEBERAPA MODUL/TEKNIK HIDROPONIK

BEBERAPA MODUL/TEKNIK HIDROPONIK
6 Teknik Budidaya Hidroponik Sederhana | Selamat datang di blog Lintangsore. Apakah anda sedang belajar menanam hidroponik? Kalau benar maka artikel berikut ini semoga saja bisa membantu menambah wawasan anda dalam usaha menanam hidroponik. Seperti yang kita ketahui bersama, pada budidaya hidroponik kita tidak lagi menggunakan tanah sebagai media tanam, tetapi memaksimalkan penggunaan larutan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman secara tepat dan sesuai takaran.
Ada beberapa kelebihan penerapan sistem hidroponik untuk bertanam diantaranya adalah sebagai berikut:

Kelebihan sistem budidaya hidroponik

1. Mengatasi masalah tidak tersedianya tanah sebagai media tanam
2. Mengurangi penyakit tanaman yang umumnya terjadi pada media tanah
3. Memungkinkan ketersediaan dan penanaman yang berkesinambungan
4. Mendapat hasil lebih banyak dengan luasan area tanam yang sama
5. Kualitas hasil panen yang lebih baik 
6. Penggunaan air dan pupuk lebih sedikit karena terukur dan terencana.

Itulah beberapa kelebihan dari budidaya hidroponik. Ada kelebihan pasti ada juga kekurangan. Termasuk dalam hal ini bertanam hidroponik, beberapa kekurangannya adalah sebagai berikut:

Kekurangan sistem budidaya hidroponik

1. Biaya awal yang cukup besar, diantaranya untuk penyiapan alat-alat, media termasuk juga nutrisinya
2. Memerlukan perhatian ekstra dalam perawatannya
3. Membutuhkan ilmu dan pengetahuan yang cukup mengenai tanaman dan kebutuhannya
4. Saat tanaman terinfeksi penyakit akan mudah menyebar

Itu saja saya kira kekurangannya, kalau saya tambahi lagi nanti malah membuat anda berpikir ulang lagi untuk memulai bertanam hidroponik.

Berikutnya kita akan membahas teknik-teknik bertanam hidroponik.
Secara umum budidaya hidroponik dibagi menjadi 2 jenis menurut aliran nutrisi yang digunakan yaitu sistem bersikulasi dan sistem non sirkulasi.

1. Sistem bersikulasi

Pada sistem sirkulasi atau sistem putar, air nutrisi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan tanaman akan jatuh lagi mengalir lewat akar ke suatu penampung. Berikutnya air nutrisi dalam tampungan itu nantinya akan diaplikasikan lagi pada tanaman dengan menggunakan bantuan pompa atau sejenisnya untuk mengalirkannya.
Kekurangan dalam sistem sirkulasi ini adalah menyebabkan perubahan PH air yang tentunya tidak bagus untuk tanaman sehingga dibutuhkan pengecekan secara rutin.

2. Sistem non sirkulasi

Pada sistem non sirkulasi atau sistem sekali pakai, air nutrisi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman jika ada kelebihannya tidak didaur ulang tapi langsung dibuang. Terkesan boros, namun sebenarnya bila kita mengatur waktu yang tepat untuk pemberian larutan nutrisi maka air nutrisi akan terserap oleh tanaman secara maksimal, akibatnya air yang terbuang pun menjadi sedikit.

Nah, itulah 2 jenis teknik bertanam secara hidroponik yang perlu anda ketahui terlebih dahulu. Selanjutnya kita akan lebih detil membedakan teknik-teknik budidaya hidroponik dengan harapan nantinya anda bisa memilih teknik mana yang mudah dan efektif untuk diaplikasikan.

 Ada 6 teknik yang dikenal dalam sistem bertanam hidroponik, yaitu:
1. Water culture system
2. Drip system 
3. Aeroponic system
4. Wick system
5. Ebb and flow system
6. NFT system
Teknik Budidaya Hidroponik Sederhana
Teknik Budidaya Hidroponik Sederhana

Mari kita bahas satu per satu.

1. Cara budidaya hidroponik : Water culture system

Kalau diterjemahkan bebas dalam bahasa Indonesia water culture system artinya adalah metode menanam hidroponik sistem rakit apung. Teknik ini merupakan teknik bertanam hidroponik yang cukup sederhana. Konsep dari sistem ini adalah membiarkan akar tanaman mengapung di air nutrisi sehingga tanaman dapat asupan nutrisi selama 24 jam sehari non stop.

 Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat sistem rakit apung:
- Bak atau tempat penampungan air nutrisi
- Media tanam/ rockwoll.
- Netpot
- Sterofoam 
- Benih tanaman
- Larutan nutrisi hidroponik

Berikut gambar dari water culture system:
hidroponik sistem water culture
hidroponik sistem water culture

2. Cara budidaya hidroponik : Drip system

Drip System atau Sistem tetes merupakan salah satu dari teknik menanam hidroponik yang umum digunakan karena cara kerjanya yang cukup sederhana. Sistem ini menggunakan timer untuk mengatur penetesan air nutrisi pada tanaman.
Berikut bagan sederhana dari metode hidroponik sistem tetes:
hidroponik sistem tetes
hidroponik sistem tetes


3. Cara budidaya hidroponik : Aeroponic system

Aeroponic system atau sistem Aeroponik ini menggunakan udara sebagai media tanam. Konsepnya adalah membiarkan akar tanaman menggantung, lalu pada akar yang menggantung tersebut disemburkan air/larutan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman dengan menggunakan irigasi sprinkler.

 Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat Sistem Aeroponik:
- Bibit Tanaman
- Sterofoam
- Media tanam/Rockwool
- Sprinkler
- Pompa air
- Pipa Paralon dan Etilen
- Larutan nutrisi hidroponik

Berikut ini gambar dari Hidroponik sistem Aeroponik:
hidroponik sistem aeroponik
hidroponik sistem aeroponik

4. Cara Bertanam Hidroponik : Wick system

Cara bertanam hidroponik wick system/sistem sumbu dibandingkan dengan berbagai jenis sistem hidroponik lainnya, termasuk metode yang paling sederhana. Paling umum dipakai terutama oleh para hobiis yang menanam hidroponik sederhana di rumah. 
Konsep dari cara bertanam hidroponik sistem sumbu adalah pemberian nutrisi tanaman di media tumbuh melalui sumbu yang digunakan sebagai reservoir. Jadi akar tanaman tidak tercelup langsung di dalam air, melainkan mereka tumbuh dalam beberapa bahan penahan air seperti rockwool atau sabut kelapa. Sistem ini dapat menggunakan berbagai media tanam, seperti kerikil pasir, serat/ serbuk kulit buah kelapa, sekam bakar dan rockwoll untuk menahan/menyimpan air. Sedangkan untuk sumbunya, bisa menggunakan sumbu kompor, kapas atau kain bekas.
Cara bertanam hidroponik sistem sumbu disebut paling sederhana dan tidak ribet dikarenakan tidak memerlukan listrik/sumber energi untuk memberikan nutrisi hidroponik pada tanaman. 
Larutan nutrisi sampai pada akar tanaman hanya memanfaatkan sifat kapilaritas air. Ujung sumbu ditempatkan dalam reservoir yang berisi larutan nutrisi, sedangkan ujung yang lain ditempatkan dalam media tanam menuju akar tanaman. Selain membasahi akar, media tanam yang dilalui oleh sumbu ikut menjadi lembab oleh larutan nutrisi.

Selain sederhana dan simpel, kelebihan lainnya dalam penggunaan sistem sumbu adalah akar tanaman dapat bernafas menyedot udara bersamaan dengan larutan nutrisi. Seperti kita ketahui bersama, selain nutrisi, asupan udara yang cukup juga merupakan hal esensial dalam pertumbuhan tanaman. 

hidroponik sistem sumbu
hidroponik sistem sumbu

Kelebihan/kemudahan berikutnya dari sistem hidroponik sumbu, ketika larutan nutrisi pada penampungan/reservoir habis, dapat diisi lagi dengan mudah tanpa menggunakan pompa seperti yang dilakukan dalam sistem hidroponik lainnya.
Berikut ini bagan/skema sistem Wick beserta beberapa contoh tanaman yang ditanam menggunakan sistem wick :
hidroponik sistem wick
hidroponik sistem wick

CARA MENGAPLIKASIKAN NUTRISI HIDROPONIK AB MIX KE TANAMAN

CARA MENGAPLIKASIKAN NUTRISI HIDROPONIK AB MIX KE TANAMAN
Nutrisi Hidroponik AB Mix | lintangsore.com
Selamat datang di lintangsore.com, tempat berbagi masalah tanaman dan pengalaman berkebun. Kali ini kita akan membahas tentang nutrisi hidroponik, salah satu unsur esensial di dalam berkebun hidroponik yang umum dipakai oleh para pemula, yaitu nutrisi AB Mix.      
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa nutrisi bagi tanaman hidroponik merupakan faktor penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Nutrisi hidroponik berfungsi sebagai pemasok utama kebutuhan air dan mineral bagi tanaman yang akan menentukan kualitas hasil tanaman hidroponik. Untuk itu pemberian nutrisi pada tanaman hidroponik haruslah dalam takaran yang tepat dari segi jumlah komposisi ion nutrisinya.
Nutrisi hidroponik AB Mix
Nutrisi hidroponik AB Mix

Secara garis besar larutan nutrisi hidroponik dibagi menjadi dua macam, yaitu unsur makro dan unsur mikro.
Yang termasuk dalam golongan unsur makro antara lain: C, H, O, N, S, P, K, Ca, dan Mg, sedangkan unsur mikro terdiri dari: B, Cl, Cu, Fe, Mn, Mo dan Zn. Untuk mengetahui kualitas dari larutan nutrisi umumnya dilakukan dengan cara mengukur electrical conductivity (EC) pada larutan itu.

Nutrisi hidroponik AB Mix merupakan nutrisi hidroponik yang paling banyak ditemui penggunaannya untuk budidaya hidroponik. Jenis pupuk AB Mix itu sendiri bermacam-macam, ada yang khusus untuk tanaman sayur, daun, buah, dan sebagainya. Keunggulan nutrisi hidroponik AB Mix ini adalah pada kelengkapan unsur hara yang terkandung di dalamnya. Kebutuhan hara tanaman terpenuhi dalam nutrisi AB Mix baik yang mikro maupun makro.

Nutrisi AB Mix hidroponik bisa kita dapatkan dengan mudah di toko pertanian sekitar atau belanja online. Harga pupuk AB Mix untuk ukuran 250 gram sekitar Rp. 30.000. Untuk ukuran 1 Kg harganya di kisaran 100 ribu rupiah.

Dalam pembuatan pupuk hidroponik atau nutrisi hidroponik, baik untuk sayuran, batang dan daun, bunga serta buah, dibuat dua jenis pekatan A dan B yang dikemas dalam paketan terpisah. Kedua pekatan tersebut baru dicampur pada saat akan digunakan.

Mengenal Komposisi Nutrisi Hidroponik AB Mix

Berikut ini adalah komposisi yang terdapat pada Nutrisi AB Mix:

Komposisi larutan A 
Kalsium nitrat: 1176 gram 
Kalium nitrat: 616 gram 
Fe EDTA: 38 gram

Komposisi larutan B
Kalium dihidro fosfat: 335 gram
Amnonium sulfat: 122 gram
Kalium sulfat: 36 gram
Magnesium sulfat: 790 gram
Cupri sulfat: 0,4 gram
Zinc sulfat: 1,5 gram
Asam borat: 4,0 gram
Mangan Sulfat: 8 gram
Amonium hepta molibdat: 0,1 gram

Cara Mengaplikasikan Nutrisi AB Mix

cara mencampur pupuk AB Mix
cara mencampur pupuk AB Mix

Pekatan A dan B dalam penyimpanannya tidak dapat dicampur karena apabila kation Ca dalam pekatan A bertemu dengan anion sulfat dalam pekatan B akan terjadi reaksi yang menghasilkan endapan kalsium sulfat sehingga unsur Ca dan S tidak dapat diserap oleh akar. Tanaman pun akan menunjukkan gejala kekurangan Ca dan S. Demikian juga apabila kation Ca dalam pekatan A bertemu dengan anion fosfat dalam pekatan B, akan terjadi endapan kalsium fosfat, sehingga unsur Ca dan P tidak dapat diserap oleh akar.

Ketika hendak mengaplikasikan nutrisi ABMix, pastikan dulu air yang akan digunakan untuk melarutkan nutrisi tersebut mempunyai pH di kisaran 5,5 - 6. Anda bisa menggunakan kertas lakmus atau alat pengukur pH standar yang harganya cukup murah (dulu sekitar 30 ribu). Hal ini perlu dilakukan karena jika air yang digunakan mempunyai pH 6 ke atas sebagian kation dan anion akan bergabung berubah kembali ke garam biasa dan menjadi endapan. Akibatnya unsur-unsur yang semestinya diserap oleh akar tanaman menjadi tidak bisa diserap. Tapi jika memang tidak mempunyai alat pengukur pH gunakan saja air sumur atau air PAM yang sudah diendapkan semalaman.

Dari nutrisi AB Mix kemasan 250 gram kita bisa membuat pekatan sebanyak 500ml pupuk. Dan larutan sebanyak 500ml tersebut bisa kita campurkan dengan air sebanyak 100 liter air (dengan asumsi setiap 1 liter diberi 5ml pekatan).

Berikut cara membuat larutan nutrisi hidroponik siap pakai 
  • Siapkan 2 wadah (ember atau kaleng bekas) dan masing-masing diisi dengan 5 liter air, tandai masing-masing wadah, misalnya wadah A dan wadah B.
  • Isi ember A dengan 4 liter air, buka kemasan nutrisi A yang masih berbentuk serbuk berikut serbuk dalam bungkusan kecil. Setelah larut sempurna tambahkan air hingga larutan menjadi 5 liter. Larutan pekatan A sudah siap.
  • Isi ember B dengan 4 liter air, buka kemasan nutrisi B dan masukkan kedalam ember B sambil diaduk sampai larut. Setelah larut tambahkan air hingga larutan menjadi 5 liter. Larutan pekatan B sudah siap.
  • Siapkan 2 buah jerigen ukuran 5 liter yang sudah dicuci bersih, tandai dengan tulisan jerigen A dan jerigen B. Kedua larutan A dan B tersebut disimpan dalam masing-masing jerigen, yaitu jerigen A untuk larutan pekatan A dan jerigen B untuk larutan pekatan B.
  • Kedua larutan nutrisi A dan larutan nutrisi B diatas adalah larutan yang masih pekat (larutan pekatan) dan belum bisa digunakan. Untuk membuat larutan nutrisi siap pakai, maka larutan pekat tersebut harus diencerkan terlebih dahulu dengan air bersih.

Cara mengencerkan pekatan AB Mix
  • Masukkan 5 ml pekatan nutrisi A dalam 1 liter air bersih, aduk sampai rata. Kemudian masukkan 5 ml pekatan nutrisi B, aduk sampai rata. Larutan ini siap untuk digunakan. Jangan mencampur larutan A dan B yang masih pekat, karena akan membentuk gumpalan atau endapan. Nutrisi yang menggumpal / mengkristal tidak bisa digunakan lagi.
  • Jika ingin membuat 5 liter larutan nutrisi siap pakai, tinggal kalikan saja. Maka dibutuhkan 25 ml larutan pekat A, 25 ml larutan pekat B dan 5 liter air.

Catatan: Pada kemasan pupuk AB Mix tertulis untuk 1000 liter dengan ppm 750. Artinya larutan nutrisi yang anda buat seperti di atas akan menghasilkan larutan dengan ppm 750. Jika anda ingin membuat larutan siap pakai dengan ppm 1500 misalnya, maka anda harus menggunakan takaran dua kali lipatnya. Yaitu 10 ml pekatan A dan 10 ml pekatan B dilarutkan dengan 1 liter air dan akan menghasilkan larutan siap pakai dengan ppm 1500.

Terima kasih sudah membaca sampai tuntas. Semoga ada manfaatnya, baik untuk anda, saya, maupun tanaman kita. Salam sukses.

HIDROPONIK BAGI PEMULA

HIDROPONIK BAGI PEMULA
Cara menanam Hidroponik Sederhana | Selamat datang di blog Lintangsore. Kali ini saya akan membahas tentang cara menanam hidroponik sederhana. Sebelum kita masuk ke pembahasan tentang cara menanam hidroponik, terlebih dahulu harus kita ketahui hal mendasar tentang tanaman. Tanaman atau tumbuhan seperti halnya makhluk hidup yang lain membutuhkan beberapa hal sebagi prasyarat hidup. Hal mendasar yang diperlukan oleh tanaman sebagai syarat hidup adalah : air, cahaya matahari, udara, nutrisi, dan media perakaran. Nah, tanah adalah termasuk salah satu media perakaran, tetapi bukan satu-satunya sebagai syarat hidup. 
Pernahkah anda melihat tanaman enceng gondok? Asal muasal bertanam hidroponik juga terinspirasi dari tanaman enceng gondok yang tidak memerlukan media tanah sebagai tempat perakaran.

1. Pengertian Hidroponik

Gambar 1 : Tanaman hidroponik
cara menanam hidroponik dengan botol bekas
cara menanam hidroponik dengan botol bekas
Hidroponik adalah sebuah metode bercocok tanam yang tidak memakai media tanah untuk menanam tanaman, namun sebagai gantinya adalah air yang mengandung nutrisi nutrisi tertentu sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. Sebagai media tanam penggantinya bisa menggunakan bahan-bahan yang bersifat porus seperti sterofoam,pasir,dan sebagainya.
Pada budidaya tanaman hidroponik, semua kebutuhan nutrisi disediakan dalam jumlah yang tepat dan diberikan dalam bentuk larutan. Cara menanam hidroponik skala besar/perkebunan berbeda dengan skala hobi yang hanya beberapa tanaman saja.
Untuk cara bertanam hidroponik sederhana skala kecil/hobi, kita bisa memanfaatkan benda-benda di sekitar. Diantaranya adalah botol bekas air mineral. Persiapan cara menanam hidroponik dengan botol bekas tidaklah rumit. Cukup siapkan botol bekas air mineral ukuran 1 liter, media tanam (rockwool atau floral foam), sumbu flanel, cutter, gunting, dan paku untuk melubangi botol air mineral. Detil cara pembuatannya saya jelaskan di bawah. 

2. Jenis Tanaman Hidroponik

Gambar 2 : Jenis-jenis tanaman hidroponik
jenis tanaman hidroponik
jenis tanaman hidroponik
Semua tanaman pada umumnya dapat ditumbuhkan secara hidroponik. Hampir semua sistem dapat digunakan dengan baik. Contoh tanaman hidroponik yang sangat mudah untuk di tanam dengan cara menanam hidroponik adalah jenis tanaman sayuran daun.

Contoh tanaman hidroponik:

Selada, mentimun, sawi, kangkung, pakcoy, kailan, seledri, kemangi dan lain sebagainya. Tetapi seiring perkembangan jaman sekarang bertanam hidroponik juga sudah diterapkan pada tanaman-tanaman lainnya seperti lombok, padi, jagung, bunga mawar, dan lain sebagainya. Tentunya, untuk tiap jenis tanaman ada perlakuan masing-masing yang akan diterangkan di bawah.
Lihat selengkapnya : Jenis jenis tanaman hidroponik

3. Cara Menanam Hidroponik dengan Botol Bekas

Gambar 3 : Menanam Hidroponik dengan botol bekas
cara menanam hidroponik dengan botol bekas
Langkah-langkah cara menanam hidroponik dengan botol bekas:
- Potong botol bekas air mineral menjadi dua bagian menggunakan gunting atau cutter.
- Panaskan paku, lalu buat beberapa lubang berdiameter 1 cm di potongan botol bekas bagian atas maupun bawah untuk aerasi.
- Untuk hidroponik sistem sumbu, biarkan tutup botol bekas tetap di tempatnya, kemudian buat lubang tepat di tengah-tengah tutup botol untuk memasukkan sumbu flanel.
- Untuk Hidroponik menggunakan sistem apung, buka tutup botol bekas sehingga akar menembus media tanam lalu berkembang di permukaan larutan nutrisi.
- masukkan larutan nutrisi ke dalam potongan botol bekas yang bawah 
- Masukkan potongan botol bekas bagian atas secara terbalik (tutup botol di bawah) ke potongan botol bekas bagian bawah yang sudah diisi larutan nutrisi.
- Masukkan media tanam ke dalam potongan botol bekas bagian atas.
cara menanam hidroponik dengan botol bekas
cara menanam hidroponik dengan botol bekas

4. Langkah Awal Cara Menanam Hidroponik sederhana

a) Penyiapan Benih Tanaman Hidroponik

Benih tanaman hidroponik seperti halnya cara bertanam biasa, bisa anda dapatkan dengan cara membuat sendiri atau membeli di toko pertanian. Untuk anda yang pemula dalam hal bertanam hidroponik saya sarankan untuk membelinya saja, bisa di toko pertanian atau via online yang saat ini banyak bertebaran di toko-toko online seperti lazada atau .
Anggap saja anda sekarang sudah punya benih yang akan ditanam. Selanjutnya semai benih tanaman yang akan ditanam pada tray atau wadah semai, Media semai yang baik dan umum digunakan adalah rockwool. Rockwool sangat praktis karena memiliki daya serap air yang tinggi dan steril. Ini juga sekaligus bisa anda beli pada saat membeli bibit.

b) Penyiapan media tanam Hidroponik

media tanaman hidroponik
media tanaman hidroponik
Gunakan media tanam yang poros, bisa menggunakan campuran sekam bakar dan pasir kerikil, atau campuran rockwool dan pasir kerikil, atau memanfaatkan sabut kelapa. Tempatkan media tanam pada wadah yang diinginkan seperti pot atau kaleng bekas. Jika benih telah cukup umur pindahan ke media tanam.
Kriteria media yang baik : 
- tidak mempengaruhi larutan nutrisi 
- tidak menyumbat sistem pengairan 
- mempunyai pori pori yang baik 
Tiap media tanam mempunyai keunggulan masing-masing. Media rockwoll termasuk yang paling banyak dan umum digunakan dalam bertanam hidroponik.

c) Pemberian Nutrisi

Sistem menanam hidroponik tidak menggunakan tanah, maka nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh harus dilarutkan dengan air. Pemberian nutrisi dalam  cara menanam hidroponik sangat penting bagi pertumbuhan tanaman, oleh karena itu dosis/ukuran nutrisi yang diberikan harus dihitung dengan presisi antara jumlah unsur makro dan mikro agar pertumbuhan tanaman berlangsung dengan baik. Gunakan nutrisi hidroponik yang tepat dengan jenis tanaman yang ditanam. 
Link : Cara meracik nutrisi untuk tanaman hidroponik

Anda bisa meracik sendiri atau membeli nutrisi hidroponik di pasaran. Pemberian nutrisi bisa dengan cara siram manual pagi dan sore hari, atau jika anda ingin lebih praktis anda bisa mencoba cara menanam hidroponik dengan sistem sumbu atau wick silahkan cek pada gambar. Sumbu (bisa dari kapas, sumbu kompor atau kain bekas)  akan mengalirkan nutrisi ke seluruh bagian tanaman. Teknik wick ini adalah salah satu teknik hidroponik sederhana.

d) Perawatan tanaman hidroponik

cara menanam hidroponik sederhana
cara menanam hidroponik
Perawatan pada tanaman hidroponik pada dasarnya tidak berbeda jauh dengan perawatan pada penanaman sistem konvensional seperti pemangkasan, pembersihan gulma dan lain-lain. Pengaturan dosis dan jenis nutrisi yang diberikan pun perlu disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, manakala pada saat proses perawatan tanaman ditemukan kecenderungan kelebihan atau kekurangan unsur tertentu. Untuk sampai pada tahap mengenali ini, anda tidak cukup dengan hanya membaca-baca literatur, akan tetapi pengalaman, trial and error, kreatifitaslah yang akan menyempurnakan dan membuat tanaman hidroponik anda tumbuh dan berkembang sesuai dengan yang diharapkan.



Sumber:http://www.lintangsore.com/2016/02/cara-menanam-hidroponik-sederhana_2.html
Copyright © Bee. All rights reserved. Template by BeeCB